Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia

 
 FAQFAQ   PencarianPencarian   AnggotaAnggota   GroupGroup   PendaftaranPendaftaran 
 ProfilProfil   Login ke Pesan Pribadi AndaLogin ke Pesan Pribadi Anda   LoginLogin 

Software Payroll Indonesia

PPh Pasal 21 Atas Penggantian Pengobatan

 
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> PPh 21
Topik sebelumnya :: Topik selanjutnya  
Pengirim Message
kartini



Sejak: 01 Feb 2006
Post: 12

PostDikirim: Rab Feb 01, 2006 11:39 am    Judul: PPh Pasal 21 Atas Penggantian Pengobatan Balas dengan kutipan

Mohon bantuan untuk menerangkan pengenaan PPh Pasal 21 atas penggantian pengobatan yang perusahaan kami berikan kepada karyawan. Untuk lebih jelasnya, perusahaan (pabrikan) memberikan penggantian pengobatan kepada karyawan yang memeriksakan diri kepada dokter. Penggantian kami berikan kepada karyawan yang bersangkutan setelah mereka menyerahkan asli bukti biaya berobat tersebut (ongkos dokter dan biaya penebusan resep obat). Terimakasih atas bantuannya.
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
kartini



Sejak: 01 Feb 2006
Post: 12

PostDikirim: Rab Feb 01, 2006 11:40 am    Judul: Balas dengan kutipan

Pada prinsipnya Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 UU No. 7 tahun 1983 yang terakhir diubah dengan UU No. 17 tahun 2001, dikenakan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh karyawan (Wajib Pajak Dalam Negeri) dari pemberi kerja/pemberi imbalan, baik teratur maupun tidak teratur. Bagi pemberi kerja berbentuk perusahaan pabrikan sebagaimana Bapak jelaskan, penghasilan karyawan yang merupakan obyek pengenaan PPh Pasal 21 di atas tidak termasuk pemberian dalam bentuk natura (nonkas).
Dengan mengacu pada prinsip di atas, maka dapat disimpulkan bahwa imbalan kas dalam bentuk apapun yang diberikan perusahaan pemberi kerja kepada karyawannya merupakan imbalan obyek PPh Pasal 21. Termasuk di dalamnya penggantian pengobatan. Hal ini sejalan dengan prinsip umum pengenaan PPh yaitu bahwa PPh dikenakan atas setiap tambahan kemampuan ekonomis yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dalam nama dan bentuk apapun.
Penggantian biaya pengobatan yang dilakukan oleh perusahaan pemberi kerja kepada karyawannya merupakan bagian dari penghasilan karyawan (berbentuk kas) yang memenuhi kriteria sebagai obyek PPh menurut definisi dasar pengenaan PPh. Uang penggantian tersebut jelas merupakan tambahan kemampuan ekonomis bagi karyawan yang bersangkutan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggantian uang pengobatan sebagaimana dimaksud Bapak, merupakan bagian dari penghasilan karyawan obyek PPh Pasal 21. Prinsip yang sama juga berlaku atas tunjangan pengobatan.
Perlu kiranya kami sampaikan bahwa akan lain halnya apabila perusahaan pabrikan sebagaimana dimaksud pada pertanyaan di atas memberikan fasilitas pelayanan kesehatan kepada karyawan dengan membayarkan langsung biaya yang terjadi kepada rumah sakit/klinik/dokter yang kepadanya perusahaan telah memiliki perjanjian. Dalam hal ini, fasilitas yang diberikan akan dipandang sebagai pemberian berupa natura kepada karyawan, sehingga tidak merupakan obyek pengenaan PPh Pasal 21 atas penghasilan karyawan yang bersangkutan.
Namun bagi perusahaan pemberi kerja, tetap harus diperhatikan kemungkinan adanya kewajiban pemotongan PPh atas imbalan jasa pelayanan kesehatan yang terutang/dibayarkan langsung kepada instansi/pihak pemberi jasa tersebut.
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Tampilan pesan sebelumnya:   
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> PPh 21 Zona waktu menurut GMT
Halaman 1 dari 1

 
Navigasi:  
Anda tidak dapat mengirim topik
Anda tidak dapat menjawab topik
Anda tidak dapat mengubah pesan Anda
Anda tidak dapat menghapus pesan Anda
Anda tidak dapat mengikuti polling


Powered by www.pajak.net © 2005-2007