Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia

 
 FAQFAQ   PencarianPencarian   AnggotaAnggota   GroupGroup   PendaftaranPendaftaran 
 ProfilProfil   Login ke Pesan Pribadi AndaLogin ke Pesan Pribadi Anda   LoginLogin 

Software Payroll Indonesia

Dikoreksi atau tidak.....

 
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> Aspek Perpajakan
Topik sebelumnya :: Topik selanjutnya  
Pengirim Message
reynold



Sejak: 15 Ags 2008
Post: 28

PostDikirim: Kam Jan 15, 2009 4:01 am    Judul: Dikoreksi atau tidak..... Balas dengan kutipan

Dear all,

Mw tanya dan mohon pencerahan....

Apakah biaya - biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam tahap pengembangan ( cth : perusahaan perkebunan ) dan belum menghasilkan atau berproduksi tetap dilakukan koreksi positif atau negatif ? Question Question
dimana biaya - biaya yang dikeluarkan tersebut merupakan biaya yang sesuai dengan UU 36/2008 pasal 9 (1)......

Cat: Seluruh biaya yang dikeluarkan sebelum menghasilkan atau berproduksi diakui sebagai harta yang akan disusutkan setiap tahunnya setelah menghasilkan atau berproduksi.

Terima kasih atas jawaban dan pencerahannya...

Best Regards,

Reynold
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
putu_agus08



Sejak: 22 Nov 2008
Post: 67
Lokasi: dps-jpr-koe

PostDikirim: Kam Jan 15, 2009 5:06 am    Judul: Re: Dikoreksi atau tidak..... Balas dengan kutipan

[quote="reynold"]Dear all,

Mw tanya dan mohon pencerahan....

Apakah biaya - biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam tahap pengembangan ( cth : perusahaan perkebunan ) dan belum menghasilkan atau berproduksi tetap dilakukan koreksi positif atau negatif ? Question Question
dimana biaya - biaya yang dikeluarkan tersebut merupakan biaya yang sesuai dengan UU 36/2008 pasal 9 (1)......

Cat: Seluruh biaya yang dikeluarkan sebelum menghasilkan atau berproduksi diakui sebagai harta yang akan disusutkan setiap tahunnya setelah menghasilkan atau berproduksi.

Terima kasih atas jawaban dan pencerahannya...

sesuai uu no. 36 thn08 psl 9(1)...
semua biaya yg merupakan biaya invstasi ato diakui sebagai asset dulu,akan dibiayakan saat asset tsb berproduksi.
koreksi fiskalnya thd biaya depresiasi yg tidak konsisten dan tdk sesuai UU 36 thn08 (straight line en declined method with economic period were arrangment by UU PPh)


semoga berguna,
ALWAYS KEEP A PEACE
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Yahoo ID
reynold



Sejak: 15 Ags 2008
Post: 28

PostDikirim: Kam Jan 15, 2009 5:53 am    Judul: Dikoreksi atau tidak..... Balas dengan kutipan

Dear Putu,

Mohon diberikan pencerahan kembali kalimat dibawah ini:

"koreksi fiskalnya thd biaya depresiasi yg tidak konsisten dan tdk sesuai UU 36 thn08 (straight line en declined method with economic period were arrangment by UU PPh)"

Apakah saat sebelum berproduksi / pre operation boleh dilakukan koreksi fiskal... Question Question Question
atau koreksi fiskal dilakukan setelah perusahaan berproduksi/menghasilkan... Question Question Question
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
petrus19



Sejak: 09 Jan 2009
Post: 15
Lokasi: jakarta

PostDikirim: Jum Jan 16, 2009 3:01 am    Judul: Re: Dikoreksi atau tidak..... Balas dengan kutipan

[quote="reynold"]Dear all,

Mw tanya dan mohon pencerahan....

Apakah biaya - biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam tahap pengembangan ( cth : perusahaan perkebunan ) dan belum menghasilkan atau berproduksi tetap dilakukan koreksi positif atau negatif ? Question Question
dimana biaya - biaya yang dikeluarkan tersebut merupakan biaya yang sesuai dengan UU 36/2008 pasal 9 (1)......

Cat: Seluruh biaya yang dikeluarkan sebelum menghasilkan atau berproduksi diakui sebagai harta yang akan disusutkan setiap tahunnya setelah menghasilkan atau berproduksi.

Penjelasan atas biaya-biaya sebelum menghasilkan :
Berdasarkan masa manfaat, maka biaya-biaya dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua) bagian, yaitu :
1. Capital Expenditure (Pengeluaran Modal) yaitu biaya atau pengeluaran yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi yang pembebanannya tidak boleh dilakukan sekaligus tetapi harus melalui penyusutan atau amortisasi, misalnya : biaya-biaya sebelum tanaman menghasilkan.
2. Revenue Expenditure yaitu biaya atau pengeluaran yang masa manfaatnya tidak lebih dari satu periode akuntansi sehingga dapat dibebankan pada tahun berjalan.

Undang-undang Pajak Penghasilan menganut prinsip akuntansi sebagaimana dijelaskan diatas, namun dalam UU PPh ada batasan-batasan biaya yang dapat dibebankan (Ps. 6 UU PPh) dan biaya-biaya yang tidak dapat dibebankan (Ps. 9 ayat 1 UU PPh). Pada prinsipnya untuk ketentuan perpajakan bahwa biaya yang dapat dibebankan adalah biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang merupakan objek pajak. Jadi biaya-biaya yang dikategorikan pada Pasal 9 ayat 1 UU PPh merupakan biaya atau pengeluaran yang dikeluarkan tidak dalam rangka mendapatkan, menagih, dan memeliharan penghasilan yang merupakan objek pajak atau biaya-biaya yang tidak wajar dan bersifat konsumtif atau pemakaian penghasilan.
Dalam usaha perkebunan terdapat aktiva tetap berupa biaya tanaman menghasilan dan biaya tanaman belum menghasilan. Aktiva ini merupakan keseluruhan pengeluaran atas pengembangan tanaman (plant) yang tidak boleh dibebankan sekaligus pada tahun pengeluaran tetapi harus melalui penyusutan. Koreksi fiskal atas biaya-biaya sebagaimana diatur dalam Pasal 9 ayat (1) dapat dilakukan pada saat penyusutan tanaman menghasilkan. Hal ini sesuai dengan kaidah bahwa biaya-biaya yang lebih dari satu tahun harus disusutkan/diamortisasi.
Penyusutan dapat dilakukan pada saat tanaman mulai menghasilkan tetapi harus mendapat persetujuan dari Direktur Jenderal Pajak.
Tanaman merupakan aktiva tetap kelompok IV.
Contoh :
Jumlah Biaya Sebelum Menghasikan Rp 20.000.000.000,-
Biaya-Biaya Ps. 9 ayat 1 Rp 2.000.000.000,-
Jumlah Biaya Fiskal Sebelum Menghasilkan Rp 18.000.000.000,-

Ketika tanaman mulai menghasilakan maka biaya-biaya sebelum menghasilan dijurnal sbb :

(Dr) Aktiva Tanaman Menghasilan Rp 20.000.000.000,-
(Cr) Biaya Tanaman Belum Menghasilkan Rp 20.000.000.000,-

Penyusutan Komersial atas Tanaman Menghasilan Rp 500.000.000,-
Penyusutan Fiskal atas Tanaman Menghasilan Rp 450.000.000,-
Koreksi Fiskal Positif Rp 50.000.000,-

Penyusutan dijurnal sbb :
(Dr) Penyusutan tanaman menghasilan Rp 500.000.000,-
(Cr) Akumulasi Penyusutan Rp 500.000.000,-

Sehingga pada neraca akan disajikan :
Aktiva tanaman menghasilkan Rp 20.000.000.000,-
Akumulasi penyusutan Rp 500.000.000,-
Aktiva tanaman menghasilan bersih Rp 19.500.000.000,-

Catatan : tarif penyusutan 5%.

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan, terima kasih.

Regards


Petrus Tulus Simanullang
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Yahoo ID
reynold



Sejak: 15 Ags 2008
Post: 28

PostDikirim: Sen Jan 19, 2009 1:54 am    Judul: Balas dengan kutipan

Dear All,

Terima kasih atas pencerahan yang telah diberikan.... Smile Smile


Best Regards,

Reynold
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
putu_agus08



Sejak: 22 Nov 2008
Post: 67
Lokasi: dps-jpr-koe

PostDikirim: Sen Jan 19, 2009 2:06 am    Judul: Re: Dikoreksi atau tidak..... Balas dengan kutipan

[quote="reynold"]Dear Putu,

Mohon diberikan pencerahan kembali kalimat dibawah ini:

"koreksi fiskalnya thd biaya depresiasi yg tidak konsisten dan tdk sesuai UU 36 thn08 (straight line en declined method with economic period were arrangment by UU PPh)"

Apakah saat sebelum berproduksi / pre operation boleh dilakukan koreksi fiskal... Question Question Question
atau koreksi fiskal dilakukan setelah perusahaan berproduksi/menghasilkan... Question Question Question[/quote]

koreksi fiskal atas biaya pnyusutan dilakukan pada saat mulai/siap berproduksinya asset tsb.selama blm ready to work...akui dlu sbgai
aktiva blm siap operasi...stlah siap baru akui sbgai aktiva murni siap pakai.

SEMOGA BERMANFAAT,
SALAM DAMAI SELALU
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Yahoo ID
Tampilan pesan sebelumnya:   
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> Aspek Perpajakan Zona waktu menurut GMT
Halaman 1 dari 1

 
Navigasi:  
Anda tidak dapat mengirim topik
Anda tidak dapat menjawab topik
Anda tidak dapat mengubah pesan Anda
Anda tidak dapat menghapus pesan Anda
Anda tidak dapat mengikuti polling


Powered by www.pajak.net © 2005-2007