Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia

 
 FAQFAQ   PencarianPencarian   AnggotaAnggota   GroupGroup   PendaftaranPendaftaran 
 ProfilProfil   Login ke Pesan Pribadi AndaLogin ke Pesan Pribadi Anda   LoginLogin 

Software Payroll Indonesia

Perhitungan Pajak untuk Pengusaha Perkebunan Pemula

 
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> Dasar-Dasar Perpajakan
Topik sebelumnya :: Topik selanjutnya  
Pengirim Message
Hidroponik



Sejak: 21 Sep 2016
Post: 3

PostDikirim: Sab Sep 24, 2016 6:07 am    Judul: Perhitungan Pajak untuk Pengusaha Perkebunan Pemula Balas dengan kutipan

Pengertian Hidroponik

Hidroponik atau disebut hydroponic dalam bahasa inggris berasal dari kata Yunani yakni hydro (air) dan ponos yang artinya daya.
Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture yang berarti pemudidayaan tanaman tanpa tanah.
Sederhananya hidroponik adalah sebuah metode budidaya tanaman yang memanfaatkan air, dan tanpa menggunakan unsur tanah pada media tanam.

Hal ini bisa dilakukan, karena metode ini cukup mampu memenuhi nutrisi pokok bagi tanaman, yakni melalui pemberian unsur air yang maksimal, sementara sebagai media tanamnya Anda bisa memanfaatkan beberapa pilihan berikut seperti: pecahan batu, pasir, serabut kelapa, batu apung, potongan kayu, dan alternatif-alternatif yang bisa menyimpan kadar air.

Namun demikian, meskipun teknik hidroponik sangat menekankan pada pengaliran unsur air yang maksimal, itu bukan berarti bahwa pembudidayaan tanaman hidroponik harus menggunakan air yang banyak.

Hidroponik tetap bisa berkembang meski di letakan pada lingkungan rendah air.
Anda cukup memodifikasi cara pengairannya agar proses pengairan dapat dilakukan dengan maksimal.

Hebat kan?
Karena kelebihan di atas, metode ini secara masif digunakan dan dikembangkan oleh berbagai negara, seperti: Jepang, Jerman, Inggris, Belanda, Indonesia, dan negara-negara lainnya.

Di Indonesia sendiri, tanaman-tanaman yang dibudidayakan dengan metode hidroponik adalah tanaman yang bernilai ekonomi tinggi, di antaranya adalah: paprika, tomat, timun terong jepang, melon, dan selada.

Walaupun begitu, banyak masyarakat Indonesia yang belum tau tentang teknik ini, sehingga peluang usaha untuk hidroponik masih sangat terbuka, apalagi jika dilihat dari negara lain, seperti: Jerman, Jepang, Belanda dan Inggris yang saat ini terus berinovasi dalam perkembangan metode ini.
Dengan mempraktekan teknik hidroponik, kebanyakan petani mampu memaksimalkan kualitas serta hasil tanaman. Untuk memperoleh hasil tanaman yang bagus serta melimpah, para petani harus memperhatikan hal yang mempengaruhi hasil dari tanaman, yang salah satunya ialah tingkat udara pada media.

Hidroponik merupakan salah satu solusi untuk memperoleh tanaman dan buah - buahan pada media terbatas. Teknik hidroponik sangat cocok sekali dengan cuaca negara ini. Bercocok tanam dengan metode hidroponik sangat sesuai sekali untuk lahan yang kurang gembur, sehingga sangat mungkin untuk memperoleh hasil tanaman yang cukup bagus. Untuk berkebun dengan hidroponik ini bisa dilakukan dari kesenangan. Karena dengan ditekuni dari kesenangani, akan menjadi kegiatan yang sangat memiliki potensi baik untuk difungsikan bisnis.

Tumbuhan yang menggunakan metode hidroponik bisa ditanam menggunakan pot dengan menggunakan air atau campuran lain berupa kerikil, pecahan genteng dari pasir, serbuk batu ambang dan lain sebagainya sebagai media penanaman. Baiknya di ketahui faidah menerapkan wadah ini cukuplah banyak seperti ini :


Tanaman lebih tahan terhadap hama.
Produksi tanaman jauh lebih tinggi.
Tumbuhan lebih cepat besar dan berproduksi.
Sistem pemberian pupuk yang diigunakan lebih efektif dan efesien.
Tanaman memiliki hasil yang kontinu.
Lebih mudah dalam perawatan serta juga tanpa membutuhkan tenaga lebih besar.
Dapat diterapkan di tempat yang kurang lebar serta terbatas.
Tanaman dapat tumbuh dengan bagus meskipun tidak semestinya dikubur di tanah.

Keuntungan ini menjadikan panen yang lebih memuaskan bagi banyak petani,oleh karena itu para petani tidak akan mendapatkan kegagalan yang banyak dalam produksi tanaman. Akan tetapi, Inilah jenis tumbuhan yang bisa diletakan dalam wadah hidroponik.

Sayuran : selada, tomat wortel brokoli, bawang merah, bawang putih dan sebagaimya.
Buah-buahan : melon, semangka, strawberry dan lain-lainnya.
Tanaman hias: krisan, angrek, kaktus dan sbegainya.
Jika anda telah memahami tumbuhan yang sangat cocok difungsikan dalam wadah ini, para petani bisa langsung menerapkan penanaman dengan media hidroponik ini.



Prinsip Hidroponik

Hidroponik berawal dari kata Yunani ialah hydro yang memiliki arti air dan ponos yang artinya adalah daya. Hidroponik juga disebut sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tidak menggunakan tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang menggunakan air dan tanpa memanfaatkan tanah untuk media tanam atau soilless.

1. Sinar Matahari

Sama seperti tanaman yang tumbuh dikebun atau media tanah, tanaman hidroponik memerlukan penerangan 8-10 jam cahaya matahari untuk setiap harinya, agar mendapatkan perkembangan tanaman yang maksimal. Bisa juga memanfaatkan lampu yang berintensitas baik sejenis lampu LED bercahaya terang yang bisa dimanfaatkan jika tidak terdapat cahaya matahari.

2. Udara (Oksigen dan Karbon Dioksida)

Dissolved Oxygen atau oksigen terlarut dalam air sebaiknya berada kisaran lebih dari6 ppm. Memantau kadar oksigen terlarut dengan memakai Dissolved Oxygen meter. Kita dapat memakai pompa udara dan airstone (batu berpori lembut) yang pada umumnyadigunakan didalam akuarium untuk membikin sirkulasi udara dalam air dirubah agar menjadi lebih baik. tidak hanya Oksigen, tanaman juga memerlukan karbon dioksida yang cukuptepat untuk bisa berfotosintesis secara optimal.

3. Air
Tidak semua tipe air dapat digunakan didalam budidaya tanaman secara hidroponik. Air yang difilter melalui Reserve Osmosis (OS) adalah sumber paling tepat di 15-60 EC atau air tanah yang jernih. Air berkadar EC yang rendah PHatau hampir 0, adalah air pilihan untuk dilarutkan atau penggabung nutrisi untuk tanaman hidroponik. Anda bisa mengukur kadar EC air memakai alat TDS / EC Meter.
4. pH Level

pH ialah bagian dari Hidrogen yang terdapat didalam air. pH Nutrisi merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam hidroponik. Jika pH nutrisi menjauh dari kisaran optimum, nutrisi itu akan menjadi hilang bagi buah-buahan. Tingkatan pH yang sesuai bagi tiap macam sayuran beraneka ragam, tidak sama antara satu jenis sayuran dengan jenis yang lain. Namun rentang yang baik bagi sebagian besar tanaman hidroponik adalah 5.5-6.5.

5. Suhu Udara

Suhu udara memiliki fungsi pokok terhadap pertumbuhan sayuran. Terdapat beberapa macam tumbuhan yang dapat tumbuh kembang dengan maksimal di lokasi beriklim dingin, namun ada pula tanaman yang tidak dapat tumbuh subur di daerah bersuhu dingin ataupun sebaliknya. Bagi sayuran bersuhu dingin, akan bisa tumbuh maksimal pada suhu 16-28 derajat celcius. Sedangkan bagi sayuran bersuhu panas, akan dapat tumbuh maksimal pada suhu 20-32 derajat celcius.

6. Nutrisi

Buah-buahan hidroponik juga membutuhkan nutrisi banyak layaknya tanaman yang ditanam ladang, yaitu enam unsur nutrisi makro + 13 unsur nutrisi mikro. Untuk mendapatkan hasil sayuran atau buah yang baik, maka dianjurkan memilih nutrisi hidroponik berkualitas. Ganti isi wadah nutrisi setiap 12 hingga 14 hari dengan nutrisi yang baru. Agar tanaman dapat berkembang baik dan fresh. Setarakan juga nilai ppm nutrisi dan sesuaikan dengan keperluan tumbuhan yang kita budidayakan.

Keuntungan [url=krishand softwarewww.fourlook.com/post/pengertian-hidroponik-38867.html=url]Jual nutrisi Hidroponik[/url] bagi tanaman

Kelebihan Hidroponik dibanding Pertanian Biasa

Kala dihadapkan pada permasalahan yang terjadi di berbagai negara berkenaan dengan komoditas pangan, berkebun menggunakan sistem hidroponik bisa menjadi solusi yang cukup menjanjikan.
Di beberapa negara miskin yang mana tanah dan iklim tidak bersahabat terhadap perkebunan, sistem hidroponik menawarkan teknik untuk mengoptimalkan produksi bahan pangan dengan mudah.
Pun demikian, di daerah dimana
[url]krishand softwarewww.fourlook.com/post/pengertian-hidroponik-38867.htmll[/url] tanah telah kekurangan nutrisi atau tanah subur sulit didapat, sistem hidroponik dapat menjadi pilihan ideal untuk bercocok tanam.
Bila Anda sudah pernah melakukan cocok tanam dengan sistem hidroponik, Anda tentu sudah merasakan berbagai keuntungan dari hidroponik. Adapun kelebihan menggunakan teknik hidroponik antara lain:

- Tidak membutuhkan tanah, hal ini karena teknik hidroponik tidak memakai tanah sebagai media tanamnya. Hal tersebut juga membuat lingkungan bercocok tanam Anda menjadi semakin bersih, sebab tidak menggunakan tanah sama sekali.
Menanam dengan sistem hidroponik amat cocok untuk dilakukan di daerah yang keadaan tanahnya tandus dan gersang. Walaupun kondisi tanah daerah Anda kering dan tandus, Anda tetap bisa melakukan budidaya perkebunan atau pertanian seperti varietas sayuran dan buah-buahan.

- Pertumbuhan tanaman jadi lebih cepat daripada tanaman yang tidak menerapkan sistem hidroponik, hal ini karena nutrisi yang dibutuhkan lebih cepat terserap karena berbentuk cair.

- Lebih efisien dalam menggunakan air, tentu saja karena Anda tidak perlu menyiram tanaman Anda seperti Anda melakukan bertanam di media tanah.
Tanaman hidroponik akan lebih menghemat penggunaan air. Meskipun namanya hidroponik, akan tetapi sebenarnya dengan metode ini justru akan menekan penggunaan air sebab air yang habis tidak akan terbuang percuma, melainkan akan terserap oleh tanaman. Berbeda dengan tanaman yang hidup di tanah, meskipun disiram dengan air yang banyak, air tersebut akan hilang meresap lagi ke dalam tanah.

- Hanya dibutuhkan usaha yang ringan, dengan menggunakan metode hidroponik Anda tidak butuh tenaga banyak orang untuk mengolah lahan, melakukan penanaman dan memanen.

- Mudah ketika proses pemanenan hasil tanaman.

- Hasil panen dengan teknik hidroponik lebih melimpah. Dengan tehnik hidroponik ini, maka hasil panen bisa lebih banyak bila jika dibandingkan dengan menggunakan cara konvensional atau menggunakan media tanah, bila dengan kondisi luas yang sama.

- Bercocok tanam dengan cara hidroponik menjadi opsi yang menjanjikan, lebih-lebih karena semakin minimnya lahan tanam yang ada dari masa ke masa. Penggunaan lahan bisa efisien, tentu saja hal tersebut karena Anda tidak perlu lahan yang besar.
Bagi Anda yang menetap di wilayah perkotaan tentunya memiliki lahan yang begitu terbatas. Maka kalau ingin menanam berbagai macam tanaman seperti sayur atau buah, Anda dapat menggunakan sistem hidroponik ini. Anda bisa menggunakan sedikit tempat atau pekarangan Anda untuk membudidayakan tanaman, dan sistem yang dapat Anda aplikasikan yakni memakai sistem hidroponik verticulture yakni menanam dengan sistem vertikal.
Dalam sistem hidroponik, tanaman dapat ditanam berdekatan. Maka dengan luas tempat yang sama, teknik hidroponik bisa menanam hingga lebih banyak jika dibandingkan dengan cara bertanam tradisional.

- Terjamin kebersihannya, sayur dan buah yang Anda hasilkan akan lebih terjaga kebersihannya daripada yang ditanam di lahan persawahan.

- Gampang dalam penanganan penyakit serta hama sehingga minim peluang terkena hama serta penyakit.

- Tidak bergantung cuaca.

- Pemakaian pupuk lebih efisien dan hemat.

- Hasil serta kualitas produksi lebih tinggi serta lebih bersih. Dengan menggunakan sistem hidroponik maka akan didapatkan kualitas tanaman lebih unggul ketimbang tanaman yang ditanam secara konvensional. Karena tidak menggunakan pestisida sehingga tanaman yang dihasilkan jadi lebih terjamin serta dapat meminimalkan pencemaran lingkungan.
Coba Anda perhatikan, ketika proses bertanam pada media tanah, saat pestisida disebar, maka lama-lama akan merusak unsur hara dalam tanah dan pencemaran lingkungan akan terjadi. Berbeda jika menggunakan metode hidroponik ini sebab tidak menggunakan media tanah. Jadi meskipun ada zat kimia tidak akan merusak tanah karena unsur kimia tersebut akan langsung diserap oleh tanaman. Adapun unsur hara juga kadar pH lebih gampang untuk diteliti.

- Memakai sistem hidroponik dapat dikerjakan oleh siapa saja. Juga alat-alat yang dipersiapkan juga tidak sulit, sebab alat ataupun bahan bisa diperoleh dengan mudah contohnya botol bekas, wadah, gelas plastik, gunting, pisau dan cutter.

Tempat dan Peralatan

Aneka media tanam hidroponik dapat kita gunakan untuk berkebun. Tempat itu mempunyai fungsi untuk memberikan penyerapan untuk nutrisi oleh tanaman, dengan maksud untuk menguatkan akar dari tanaman tersebut.
Tempat hidroponik adalah material atau media non tanah yang dipakai untuk lokasi tumbuh dan berkembangnya akar tanaman. Tempat tanam berguna sebagai pendukung supanya tanaman bisa berdiri tegak dan tidak rapuh. Salah satu perbandingan yang mencolok antara menanam konvensional dengan metode hidroponik berada pada tempat yang digunakan.
Secara konvensional, tempat yang baik adalah tanah, namun pada metode hidroponik memakai tempat bukan tanah. Berbagai macam media tanam yang selalu dipakai di sistem hidroponik antara lain; Sekam Bakar atau Arang Sekam, Expanded Clay, Spons, Cocopeat, Rockwool, Perlite, Pumice, Vermiculite, atau Akar Pakis.

Cara Membuat Media Tanam Hidroponik Simpel 1
a). Langkah awal dengan menyiapkan terlebih dahulu peralatan yang digunakan, Anda dapat memakai barang bekas misalnya:
- Botol plastik air mineral yang sudah tidak dipakai
- Botol plastik bekas air biasa
- Tabung plastik bekas minyak goreng
- Bahan untuk sumbu (kain panel)
- Nutrisi hidroponik
- Tempat tanam

b). Langakah ke­2 cara membuat media tanam hidroponik sederhana
- Potong botol menjadi dua sisi atas dan bawah
- Lubangi botol sisi atas di daerah leher botol untuk memasang sumbu dan aliran udara
- Kenakan sumbu pada bawah botol
- Lalu masukkan daerah atas botol ke daerah bawah botol dengan cara dibalik
- Masukkan bagian atas botol dengan wadah tanam yang telah disiapkan, fungsi media ini Cuma untuk pijakan akar supaya tidak jatuh
- Tanam bibit atau taburkan 2 sampai 3 butir bibit tanaman ke dalam wadah tanam
- Siram dengan memakai cairan nutrisi hidroponik

c). Langkah akhir simpan di wadah yang tidak terkena hujan akan tetapi masih bisa mendapatkan pencahayaan dari sinar matahari

Peralatan hidroponik sangat dibutuhkan untuk menanam tanaman hidroponik terutama untuk kalangan berkantong tipis. Harga alat hidroponik juga murah. Seperti yang kita saksikan bahwa menanam dengan cara hidroponik adalah kultur tanaman dengan memaksimalkan air yang kaya unsur hara tanpa menggunakan tanah.
Dengan menerapkan sistem cara hidroponik, kebutuhan air pada tanaman akan lebih sedikit dari pada keperluan air pada budidaya air dengan menggunakan tanah. Sehingga cara hidroponik cocok digunakan di area yang sumber tanah yang terbatas.
Alat yang digunakan untuk menanam hidroponik adalah benih, rockwool, netpot, kain panel, bak, steorofom. ke-7 alat-alat ini wajib dipenuhi agar tanaman hidroponik yang kita terapkan berjalan dengan baik.

Ada banyak keutamaan yang diberikan untuk melestarikan tanamanan dengan sistem hidroponik. Alasan utama ialah dalam menamam hidropnik tidak perlu memerlukan tempat atau pekarangan yang lebar.

Dan hal semacam ini sangat cocok diaplikasikan untuk para ibu rumah tangga. Dimana mereka dapat memanfaatkan arera atau pekarangan rumahnya untuk melestarikan tanaman dengan menggunakan sistem hidroponik.

Di bawah ini beberapa keutamaan serta alasan untuk menguatkan motivasi kamu belajar menanam tanaman dengan teknik hidroponik, antara lain:

Bercocok tanam hidroponik terbukti hemat dibandingkan dengan menanam konvensional di atas tanah karena tidak perlu menyiramkan air per hari karena larutan nutrisi/media larutan mineral yang digunakan telah tertampung di dalam ember yang dipakai, sehingga kita tinggal melakukan pengamtatan saja.
Bercocok tanam hidroponik bisa memaksimalkan ruangan yang terbatas sebab tidak membutuhkan lahan yang banyak, bahkan media tanaman dapat dibuat secara bertingkat.
Bercocok tanam hidroponik terbukti ramah lingkungan karena tidak menggunakan pestisida atau obat hama yang dapat mengkontaminasi tanah, menggunakan air hanya 1/20 dari tanaman biasa, dan mengurangi CO2 karena tidak perlu menggunakan kendaraan atau mesin.
Tanaman hidroponik tidak merusak tanah sebab tidak memakai media tanah dan juga tidak membutuhkan tempat yang lebar.
Hasil tanaman hidroponik bisa dimakan secara keseluruhan termasuk akar karena terhindar dari kotoran dan hama.
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kunjungi situs pengirim
Tampilan pesan sebelumnya:   
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> Dasar-Dasar Perpajakan Zona waktu menurut GMT
Halaman 1 dari 1

 
Navigasi:  
Anda tidak dapat mengirim topik
Anda tidak dapat menjawab topik
Anda tidak dapat mengubah pesan Anda
Anda tidak dapat menghapus pesan Anda
Anda tidak dapat mengikuti polling


Powered by www.pajak.net © 2005-2007