Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia

 
 FAQFAQ   PencarianPencarian   AnggotaAnggota   GroupGroup   PendaftaranPendaftaran 
 ProfilProfil   Login ke Pesan Pribadi AndaLogin ke Pesan Pribadi Anda   LoginLogin 

Software Payroll Indonesia

Jumlah Wajib Pajak dan Penerimaan Pajak

 
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> Aspek Perpajakan
Topik sebelumnya :: Topik selanjutnya  
Pengirim Message
gu5kun



Sejak: 12 Jul 2008
Post: 2

PostDikirim: Sel Jul 15, 2008 8:29 am    Judul: Jumlah Wajib Pajak dan Penerimaan Pajak Balas dengan kutipan

Topik ini adalah salah satu tulisan di situs saya yang diinspirasikan dari berita di harian Kompas tanggal 15 Juli 2008 halaman 17 yang berjudul "50.500 WP Jadi Andalan, Paradigma dalam Pembayaran Pajak Perlu Diubah". Tulisan itu dibuat berdasarkan Keterangan Pers Direktur Jenderal Pajak sehari sebelumnya, oleh karenanya tulisan yang sama dimuat di banyak media baik cetak maupun elektronik.

Dalam berita tersebut, Direktur Jenderal Pajak menyatakan bahwa jumlah pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) di seluruh Indonesia saat ini sebanyak 6 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50.500 WP dikatagorikan sebagai pembayar pajak aktif. Pembayar pajak aktif terdiri dari 500 Wajib Pajak yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Besar (KPP LTO) dan 50.000 lainnya adalah Wajib Pajak yang terdaftar di 250 unit Kantor Pelayanan Pajak. Berita yang sama juga menyatakan bahwa penerimaan pajak semester I tahun 2008 mencapai Rp 256,18 triliun. Sebesar 80% dari penerimaan ini (atau senilai Rp 212,144 triliun) diperoleh dari kontribusi pembayaran pajak oleh 50.500 Wajib Pajak tersebut di atas.

Kalau penerimaan pajak sebagian besar disangga oleh 50.500Wajib Pajak, lalu apa perlunya 5,95juta Wajib Pajak yang lain? Dan apakah perlu Ditjen Pajak menjadi sedemikian besar kalau stakeholder utamanya hanya 50.500 Wajib Pajak?
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kunjungi situs pengirim
EKO SUYONO



Sejak: 06 Mar 2008
Post: 7

PostDikirim: Rab Jul 16, 2008 8:56 am    Judul: POTONGAN PS 25 SENILAI 50% Balas dengan kutipan

Sekedar komentar......

Lagi-lagi pemerintah berusaha mencoba trobosan untuk penerimaan sektor pajak supaya pemasukan lebih signifikan dengan merangsang formula-formula sifatnya try and error,nah kalau dilapangan nantinya terjadi error beneran ,apa nanti juga akan di try ,try try again?

Yg cukup simple aja yg jadi pikiran kita ,azas adil dan merata isi masih belum diterapkan dengan komprehensiv,tapi sudah membuat gebrakan yg seolah-olah membuat rangsangan wajib pajak untuk taat dan segan atau permision untuk membayar pajak ?,namun dari segi tehnis disana
sini masih banyak peluang masyarakat tidak ikut berenang basah dikolam
perpajakan,contoh membedakan faktur pajak standard waji bagi NPKP dengan peneribitan faktur pajak sederhana yg notabene masih 10% sama rata,berarti masih terjadi peluang pengusahan kecil hitung-hitung jadi PKP?,dan masih awam apa untung dan ruginya jadi PKP,yg secara perhitungan Non PKP aja sudah gak pusing dan lebih untung?
Apalagi menyangkut karyawan non NPWP dan tidak pembebanan tarip progresifnya juga sami wae?


Tolong komentari yang lebih yahut.....menyongsong RUU diskon PPH Ps 25 dan perombakan tarip baru PTKP dimaksud tadi,makasih
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email
Ganjar B



Sejak: 11 Jun 2008
Post: 44

PostDikirim: Jum Jul 18, 2008 3:26 am    Judul: Balas dengan kutipan

Ya saya setuju diterapkan azas adil dan merata dulu.
Sekarang system pajak sdh online bertujuan utk memudahkan & menghindarkan kecurangan2 yg dilakukan WP dalam pajak
Permasalahannya semua WP ingin keterbukaan dalam penyaluran pajak negara, yang Wp tau kan hanya membayar pajak setiap bulan, tapi apa yg WP dapatkan.
sy setuju dilakukan pembenahan2 baik itu pd Ditjen Pajak maupun untuk WP sendiri.
Saya yakin bila ada keterbukaan penyaluran (bukan hanya utk Ditjen pajak tp seluruh Instansi Negara), tidak sedikit Wp yg sadar akan pajak, karna saya juga ingin bangsa kita maju, sebagai contoh bangsa lain, bukan kita mencontoh!!!! .
Sudah banyak asset negara yg dijual kpd pihak asing, apakah kita ingin Negara ini dijual juga???, sy liat berita kemarin bahwa hutang negara kita baru bisa dilunasi setelah sepuluh generasi (saya ini generasi keberapa)?????
Saya mendukung smua kebijakan2 Ditjen Pajak yg mengacu pada azas adil dan merata

Ini hanya sekedar wacana, maaf bila ada kata2 yg tdk berkenan
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Tampilan pesan sebelumnya:   
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> Aspek Perpajakan Zona waktu menurut GMT
Halaman 1 dari 1

 
Navigasi:  
Anda tidak dapat mengirim topik
Anda tidak dapat menjawab topik
Anda tidak dapat mengubah pesan Anda
Anda tidak dapat menghapus pesan Anda
Anda tidak dapat mengikuti polling


Powered by www.pajak.net © 2005-2007