Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia

 
 FAQFAQ   PencarianPencarian   AnggotaAnggota   GroupGroup   PendaftaranPendaftaran 
 ProfilProfil   Login ke Pesan Pribadi AndaLogin ke Pesan Pribadi Anda   LoginLogin 

Software Payroll Indonesia

akuntansi pajak

 
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> Aspek Perpajakan
Topik sebelumnya :: Topik selanjutnya  
Pengirim Message
dadat



Sejak: 28 Desc 2008
Post: 4
Lokasi: Semarang

PostDikirim: Min Jan 04, 2009 12:32 pm    Judul: akuntansi pajak Balas dengan kutipan

hal-hal yang perlu di koreksi dalam akuntansi pajak apa saja..?
apa yang di maksud koreksi positif dan koreksi negatif tolog di beri penjelasannya...?




Rolling Eyes


terimakasih
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi AIM Address Yahoo ID MSN Messenger
HAMBALI



Sejak: 27 Nov 2008
Post: 18

PostDikirim: Sen Jan 05, 2009 2:11 am    Judul: Re: akuntansi pajak Balas dengan kutipan

[quote="dadat"]hal-hal yang perlu di koreksi dalam akuntansi pajak apa saja..?
apa yang di maksud koreksi positif dan koreksi negatif tolog di beri penjelasannya...?

roll:
terimakasih[/quote]

sepertinya mas dadat kurang byk tahu akuntansi perpajakan ....tp sampean sangat bagus ingin banyak tahu ttg pajak ....disamping sampean belajar lewat forum ini ... sampaian jg hrs suka ke toko buku misal ke gramedia ...siapa tahu buku bacaannya ada yg cocok buat sampean untuk menambah pengetahuan akuntansi perpajakan ....dan sampaian bisa tahu secara detail ...... klo dg forum ini tdk mungkin .....
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email
qwerty



Sejak: 18 Desc 2008
Post: 3

PostDikirim: Sel Jan 06, 2009 3:29 pm    Judul: :-) Balas dengan kutipan

intinya, ada dua hal yang perlu dikoreksi:
1. perbedaan permanen: hal-hal yang secara komersial boleh dimasukkan dalam perhitungan rugi-laba, tetapi secara fiskal tidak boleh
2. perbedaan temporer/sementara: hal-hal yang secara fiskal maupun komersial boleh dimasukkan dalam perhitungan rugi/laba, tetapi terdapat perbedaan waktu pengakuan antara komersial dan fiskal.
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
petrus19



Sejak: 09 Jan 2009
Post: 15
Lokasi: jakarta

PostDikirim: Sel Jan 13, 2009 2:22 am    Judul: Balas dengan kutipan

Menjawab pertanyaan Sdr Dadat dapat kami berikan penjelasan sbb :

Dalam menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Badan atau PPh Orang Pribadi Yang Wajib Menyelenggarakan Pembukuan maka Laporan Keuangan berupa neraca dan rugi laba dilakukan rekonsiliasi fiskal. Mengapa harus dilakukan rekonsiliasi fiskal?. Hal ini disebabkan adanya perbedaaan antara Akuntansi Komersial dengan Akuntansi Pajak.
Pada dasarnya apabila tidak diatur secara jelas dalam Undang-undang Pajak khususnya Pajak Penghasilan maka pajak mengikuti kaidah yang berlaku dalam Akuntansi Komersial.

Dalam pembahasan rekonsiliasi fiskal terdapat istilah perbedaan waktu (time differences) dan perbedaan tetap (permanent differences). Sementara yang Saudara tanyakan koreksi fiskal positif dan negatif hanya istilah turunan. Namun dapat saya jelaskan bahwa koreksi fiskal positif adalah koreksi fiskal yang menyebabkan bertambahnya penghasilan kena pajak sementara koreksi fiskal negatif adalah koreksi fiskal yang menyebabkan berkurangnya penghasilan kena pajak.

Pokok-pokok yang direkonsiliasi tidak terbatas pada penghasilan saja tetapi juga biaya pada suatu periode tertentu. Penghasilan yang harus dikoreksi fiskal adalah penghasilan yang telah dikenakan PPh bersifat final dan penghasilan yang bukan objek pajak. (lihat Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 UU No. 36 Tahun 2008 tentang PPh).
Sedangkan biaya yang harus dikoreksi fiskal adalah pengurang penghasilan bruto (biaya) yang tercantum pada Pasal 9 ayat 1 UU No. 36 Tahun 2008 tentang PPh. Biaya yang juga dikoreksi fiskal adalah semua biaya yang berkenaan dengan kegiatan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang telah dikenakan PPh bersifat final dan penghasilan bukan objek pajak.

Khusus untuk beban penyusutan bahwa UU PPh kita hanya mengakui metode penyusutan garis lurus (stright line method) dan saldo menurun ganda (Declining Balance Method). Dasar hukumnya lihat Pasal 9 ayat 2 jo Pasal 10 jo Pasal 11 UU PPh.

Khusus untuk beban amortisasi bahwa UU PPh kita mengakui metode garis lurus dan saldo menurun ganda, namun untuk beberapa jenis usaha misalnya pertambangan atau kehutanan maka metode amortisasinya metode satuan produksi paling tinggi 20% setahun.

Demikian penjelasan singkat yang dapat saya berikan, semoga dapat memberikan gambaran umum tentang koreksi-koreksi fiskal.
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Yahoo ID
DM



Sejak: 23 Feb 2013
Post: 1

PostDikirim: Sab Feb 23, 2013 12:01 pm    Judul: mohon bantuannya ya pakar tax :D Balas dengan kutipan

bantu ide judul TA berkaitan dengan withholding tax dong pakar tax Very Happy makasih..
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
akutansinet



Sejak: 20 Jun 2014
Post: 1

PostDikirim: Jum Jun 20, 2014 8:55 am    Judul: Balas dengan kutipan

Kami baru bergabung di Forum ini, mohon ijin untuk menyimak
Banyak tread tread menarik menambah pengetahuan untuk mempermudah pekerjaan akuntansi.

Salam Online
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kunjungi situs pengirim
masdeal



Sejak: 02 Okt 2013
Post: 12
Lokasi: Jakarta

PostDikirim: Kam Nov 03, 2016 9:38 am    Judul: Balasan Balas dengan kutipan

Wah, sayang. Skripsi yang ane ambil itu tentang PPN, tapi ada beberapa teman2 ane yang ambil topik rekonsiliasi fiskal Nah Terkait dengan pertanyaan tersebut itu sangat erat dengan rekonsiliasi Fiskal.
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kunjungi situs pengirim
freddie



Sejak: 03 Jul 2018
Post: 4
Lokasi: Kantor Konsultan Pajak Jakarta

PostDikirim: Rab Jul 25, 2018 8:11 am    Judul: Balas dengan kutipan

test
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kunjungi situs pengirim
Tampilan pesan sebelumnya:   
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> Aspek Perpajakan Zona waktu menurut GMT
Halaman 1 dari 1

 
Navigasi:  
Anda tidak dapat mengirim topik
Anda tidak dapat menjawab topik
Anda tidak dapat mengubah pesan Anda
Anda tidak dapat menghapus pesan Anda
Anda tidak dapat mengikuti polling


Powered by www.pajak.net © 2005-2007