Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia

 
 FAQFAQ   PencarianPencarian   AnggotaAnggota   GroupGroup   PendaftaranPendaftaran 
 ProfilProfil   Login ke Pesan Pribadi AndaLogin ke Pesan Pribadi Anda   LoginLogin 

Software Payroll Indonesia

Karyawan Tdk Mendapat Bukti Potong 1721A1

 
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> PPh 21
Topik sebelumnya :: Topik selanjutnya  
Pengirim Message
yanto_fl



Sejak: 05 Feb 2009
Post: 30
Lokasi: jakarta

PostDikirim: Kam Apr 02, 2009 6:29 am    Judul: Karyawan Tdk Mendapat Bukti Potong 1721A1 Balas dengan kutipan

Dear all,

Saya minta pendapat dari saudara2 sekalian, bagaimana sebaiknya jika seorang karyawan tidak mendapat bukti potong 1721 A1 karena perusahaannya tidak memotong, sementara karyawan telah memiliki NPWP pribadi. Apakah sebaiknya ;
1. Lapor dgn perhitungan sbg karyawan, lalu menyetor pph pasal 21 yg terutang serta melampirkan ssp lbr 3 tsb untuk dilaporkan dalam SPT 1721SS. Apakah ini diperbolehkan? atau;

2. Lapor tdk sbg karyawan tetapi sebagai komisioner/pedagang perantara, asumsi menggunakan norma sehingga PKP sebesar 40% dari total penghasilan bruto. Dgn metode ini jumlah PPh terutang semakin kecil.

Atas masukannya saya, terima kasih..........,
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
masicang



Sejak: 30 Mar 2009
Post: 9
Lokasi: Bandar Lampung

PostDikirim: Kam Apr 02, 2009 3:12 pm    Judul: semoga membantu Balas dengan kutipan

akan saya coba jawab. namun bila ada kesalahan mohon saya ditegur ya?

untuk karyawan yang tidak mendapat lembar 1721-A1 atau tidak dipotong oleh pemberi kerja. tetap menggunakan perhitungan PPh Pribadi dengan tarif PPh pasal.17
atau bila mengacu pada pilihan yang anda sodorkan yaitu pilihan nomor.1

perhitungan harus dilampirkan bukti penerimaan penghasilan dari pemberi kerja. slip gaji atau daftar gaji. per bulan selama 1 tahun.

dari bukti itulah dasar perhitungan dimulai.
bisa diketahui berapa penghasilan kotor berapa penghasilan bersih. setelah dikurangi PTKP kemudian dikalikan tarif yang seharusnya.

1770 SS mas bukan 1721 SS

1770 SS adalah laporan yang digunakan untuk karyawan yang memiliki penghasilan bruto dibawah Rp.60.000.000 yang bisa dipastikan hasilnya adalah NIHIL.

ini adalah solusi untuk pekerja yang tidak dipotong.sedangkan untuk bendahara pemberi kerja yang tidak memotong PPh 21 atas pegawai akan terjadi kejanggalan pada pelaporan SPT Tahunan 21 karena terhadap gaji yang dibayarkan atas tiap pegawai yang seharusnya dipotong tidak ada penyetoran pajak yang seharusnya.

semoga bermanfaat.
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kunjungi situs pengirim
yanto_fl



Sejak: 05 Feb 2009
Post: 30
Lokasi: jakarta

PostDikirim: Rab Apr 15, 2009 6:16 am    Judul: Balas dengan kutipan

Terima kasih Bang Musicang...

Beberapa teman yg saya tanyakan menyatakan setiap OP yg tdk memiliki bukti potong 1721A1 maka otomatis lari ke pekerja bebas.

Yang ingin saya tanyakan, apakah bisa diterima SPTnya jika dilampirkan 1721A1 tanpa ada nama pemotong pajak, jumlah pajak terutang dibayar sendiri oleh WP OP tsb serta melampirkan SPP lbr ke-3 dalam SPTnya.

Karena jika sbg pekerja bebas, maka larinya ke norma perhitungan phsln netto, pajaknya jg akan lebih kecil.

Ditunggu komentarnya beserta para PEGAWAI PAJAK lainnya yang membaca topik ini......Thank
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
masicang



Sejak: 30 Mar 2009
Post: 9
Lokasi: Bandar Lampung

PostDikirim: Sab Apr 18, 2009 1:36 pm    Judul: semoga membantu Balas dengan kutipan

[quote="yanto_fl"]Terima kasih Bang Musicang...

Beberapa teman yg saya tanyakan menyatakan setiap OP yg tdk memiliki bukti potong 1721A1 maka otomatis lari ke pekerja bebas.

Yang ingin saya tanyakan, apakah bisa diterima SPTnya jika dilampirkan 1721A1 tanpa ada nama pemotong pajak, jumlah pajak terutang dibayar sendiri oleh WP OP tsb serta melampirkan SPP lbr ke-3 dalam SPTnya.

Karena jika sbg pekerja bebas, maka larinya ke norma perhitungan phsln netto, pajaknya jg akan lebih kecil.

Ditunggu komentarnya beserta para PEGAWAI PAJAK lainnya yang membaca topik ini......Thank[/quote]

setiap WP memiliki KLU = klasifikasi Lapangan Usaha dimana, hal ini ditetapkan pertama kali bersamaan ketika WP mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP. KLU ini ditetapkan berdasar permintaan WP yang bersangkutan sesuai dengan jenis pekerjaan. KLU bersifat spesifik dan menentukan terhadap perlakuan tarif ataupun bentuk pelaporan.

untuk KLU karyawan swasta berbeda dengan KLU pegawai lepas, sehingga dengan ini pelaporan juga berbeda. tidak secara otomatis bisa menggunakan KLU yang berbeda pula.

anda bisa cek Surat Keterangan Terdaftar anda disana tertulis apa KLU untuk anda.

lembar 1721 A1 adalah lembar bukti potong, yang dimaksudkan dengan bukti potong adalah pegawai yang sudah memiliki kewajiban pajak harus dipotong oleh pemberi kerja. diluar dari ketentuan bukti potong tersebut maka kelengkapan administrasi perpajakan tidak sah.

dalam penerimaan SPT tahun 2009 untuk SPT 2008 SPT akan tetap diterima namun nanti akan ada respon dari kantor pajak untuk memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk memperbaiki kesalahannya.

ini adalah kebijakan untuk meringankan beban WP agar tidak terlambat dalam melaporkan kewajibannya.
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kunjungi situs pengirim
putu_agus08



Sejak: 22 Nov 2008
Post: 67
Lokasi: dps-jpr-koe

PostDikirim: Jum Apr 24, 2009 12:56 am    Judul: Re: Karyawan Tdk Mendapat Bukti Potong 1721A1 Balas dengan kutipan

[quote="yanto_fl"]Dear all,

Saya minta pendapat dari saudara2 sekalian, bagaimana sebaiknya jika seorang karyawan tidak mendapat bukti potong 1721 A1 karena perusahaannya tidak memotong, sementara karyawan telah memiliki NPWP pribadi. Apakah sebaiknya ;
1. Lapor dgn perhitungan sbg karyawan, lalu menyetor pph pasal 21 yg terutang serta melampirkan ssp lbr 3 tsb untuk dilaporkan dalam SPT 1721SS. Apakah ini diperbolehkan? atau;

2. Lapor tdk sbg karyawan tetapi sebagai komisioner/pedagang perantara, asumsi menggunakan norma sehingga PKP sebesar 40% dari total penghasilan bruto. Dgn metode ini jumlah PPh terutang semakin kecil.

Atas masukannya saya, terima kasih..........,[/quote]

saya membantu memberi kesimpulan kecil,
di awal saudara menyatakan bahwa saudara terdaftar sebagai karyawan..yg berarti anda terikat oleh ad/art suatu prsh.jdi anda sudah jelas melaksanakan kewajiban pajak sbgai karyawan bukan sebagai usahawan/orang yg melakukan pekerjaan bebas.form yg anda gunakan untuk melapor adalah 1770s/ss.perhitungannya berdasarkan uu no. 36 thn08 psl 17.dan perhitungan angsuran bulanan pph 25,karena pph anda tidak dipotong.saat laporan pph op thnan dilampiri ssp pph 29...

semoga berrmanfaat,

SALAM DAMAI SELALU.
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Yahoo ID
yanto_fl



Sejak: 05 Feb 2009
Post: 30
Lokasi: jakarta

PostDikirim: Jum Apr 24, 2009 12:41 pm    Judul: Balas dengan kutipan

Terima kasih atas masukan Mas Putu dan Masicang semua. ......

Sangat membantu...
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
codoblao



Sejak: 04 Jun 2009
Post: 6

PostDikirim: Kam Jun 25, 2009 4:19 am    Judul: Balas dengan kutipan

Saya juga memilik kasus yang sama, dimana saat ini saya pindah kerja diperusahaan kecil yang tidak memotong pph21.
yang jadi pertanyaan saya, apakah saya harus melaporkan ke kantor pajak mengenai status saya yang sebelumunya sebagai karyawan berganti menjadi pekerja bebas dalam membayar pajak penghasilan saya?
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Tampilan pesan sebelumnya:   
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> PPh 21 Zona waktu menurut GMT
Halaman 1 dari 1

 
Navigasi:  
Anda tidak dapat mengirim topik
Anda tidak dapat menjawab topik
Anda tidak dapat mengubah pesan Anda
Anda tidak dapat menghapus pesan Anda
Anda tidak dapat mengikuti polling


Powered by www.pajak.net © 2005-2007