Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia

 
 FAQFAQ   PencarianPencarian   AnggotaAnggota   GroupGroup   PendaftaranPendaftaran 
 ProfilProfil   Login ke Pesan Pribadi AndaLogin ke Pesan Pribadi Anda   LoginLogin 

Software Payroll Indonesia

Pajak CV dan Pemilik/Pengurusnya

 
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> Aspek Perpajakan
Topik sebelumnya :: Topik selanjutnya  
Pengirim Message
Awam



Sejak: 05 Mei 2007
Post: 8

PostDikirim: Rab Mei 30, 2007 9:14 am    Judul: Pajak CV dan Pemilik/Pengurusnya Balas dengan kutipan

Rekan-rekan yang baik Smile saya punya banyak pertanyaan nih, mohon bantuannya...
Kami hendak mendirikan CV.
1.Apa saja kewajiban pajak CV dan para anggotanya?
2.Apakah seluruh anggota CV harus memiliki NPWP Pribadi?
3.Apakah anggota CV harus (dicatat) mendapat gaji bulanan dan apakah dipotong PPh 21, selain mendapat bagian dari laba CV setelah pajak PPh Badan CV?
[b]Jika:[/b]
a.anggota CV menjadi pengurus (Direktur / Wk. Direktur) CV tersebut dan [u]punya[/u] pekerjaan/usaha perorangan (punya NPWP OP) sendiri
b.anggota CV menjadi pengurus (Direktur / Wk. Direktur) CV tersebut dan [u]tidak punya[/u] usaha atau pekerjaan lain selain di CV tersebut
c.anggota CV Tidak menjadi pengurus (Pesero diam / komanditer) dan [u]punya[/u] pekerjaan/usaha perorangan (punya NPWP OP) sendiri
d.anggota CV Tidak jadi pengurus (Pesero diam / komanditer) dan [u]tidak punya[/u] usaha atau pekerjaan lain
4.Apakah ada ketentuan akuntansi/pajak khusus berkaitan dengan pemasukan dan pembagian modal nya?
5.Dan apakah CV mengenal "Laba ditahan" dalam pembukuan/lap.keuangannya Modalnya?
Atas perhatian dan bantuannya saya sangat berterima kasih.
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
agustinne (chang mei li)



Sejak: 17 Jan 2007
Post: 60
Lokasi: jakarta

PostDikirim: Rab Mei 30, 2007 1:16 pm    Judul: boleh di bantuin Balas dengan kutipan

setiap anggota direktur dan komisaris/ pengurus harus memiliki npwp.
artinya punya kewajiban pajak 25 op, 21 pegawai cv, pph 25 cv, dan ppn bila sudah memenuhi ketentuan pkp untuk pungut dan lapor ppn nya,
untuk biaya gaji pengurus harus dikoreksi di laporan keuangan fiscal krn akan dikenakan pajak tersediri di perhitugan pph 25 op.
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Yahoo ID
edisuryadi2005



Sejak: 26 Apr 2006
Post: 27
Lokasi: Jl. KH Dewantara, Ciputat,Tangerang

PostDikirim: Kam Mei 31, 2007 7:34 am    Judul: Balas dengan kutipan

1)Kewajiban hampir sama dengan kewajiban Pajak atas Badan usaha lainnya yaitu PPH 21,23,24 ataupun PPh 4(2).dan kewajiban PPN jika penghasilan melebihi diatas 600.0000.000 juta.
2)Jika anggota adalah penyerta modal maka jika penyertaan modalnya diatas PTKP sesuai dengan ketentuan perpajakan maka wajib mempunyai NPWP, tetapi untuk pengurus baik itu aktif maupun tidak aktif maka wajib mempunyai NPWP.Sedang NPWP Pengurus atau NPWP CV tersebut terpisah.
Disini karakteristik CV. Bahwa Pajak memandang aliran penghasilan dari CV atau Firma kepada pemilik tidak dianggap sebagai terjadinya aliran penghasilan, sehingga pajak tidak mengakui adanya pengurangan berupa biaya gaji pemilik di CV. Sebaliknya penerimaan berupa gaji oleh pemilik tidak dianggap sebagai penghasilan bagi s i pemilik . Demikian juga atas pembagain laba yang diterima oleh pemilik.
Sehingga
a.anggota CV menjadi pengurus (Direktur / Wk. Direktur) CV tersebut dan punya pekerjaan/usaha perorangan (punya NPWP OP) sendiri maka atas Pen. dari CV tersebut dilaporkan dalam kolom Penghasilan bukan Objek Pajak kalau di SPT 1770S dilaporkan dalam Lamp III
b.anggota CV menjadi pengurus (Direktur / Wk. Direktur) CV tersebut dan tidak punya usaha atau pekerjaan lain selain di CV tersebut ? sama saja hanya Objek tersebut harus dilaporkan
c.anggota CV Tidak menjadi pengurus (Pesero diam / komanditer) dan punya pekerjaan/usaha perorangan (punya NPWP OP) sendiri ? sama saja hanya Objek tersebut harus dilaporkan
d.sama saja seperti jawaban no. c
4.Apakah ada ketentuan akuntansi/pajak khusus berkaitan dengan pemasukan dan pembagian modal nya?
Ilustrasi sbb
Bahwa pembagian modal dan keuntungan telah disepakati bersama
PPh CV
Keuntungan Usaha 2.000.000.000
PPh
10 % X 50.000.000 = 5.000.000
15% X 50.000.000 = 7.500.000
30% X 1.900.000.000 = 570.000.000
Laba setelah Pajak (2.000.000.000-582.500.000)= 1.417.500.000
Misal
Pembagaian Laba untuk Tuan A 40 %
Maka 40%X 1.417.500.000=567.000.000.
Sedang di PPH Perseorangan Tn A
adalah Sbb :
Pembagian Laba CV 567.000.000
Koreksi Penghasilan Bukan Objek Pajak 567.000.000
Penghasilan Kena Pajak Nihil
PPh Nihil
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Kunjungi situs pengirim Yahoo ID
Awam



Sejak: 05 Mei 2007
Post: 8

PostDikirim: Kam Mei 31, 2007 10:03 pm    Judul: Balas dengan kutipan

mba Agustinne & mas Edi terima kasih atas jawabannya, kayanya sudah lebih clear nih Very Happy Tapi, mohon maaf kalau merepotkan lagi Smile, untuk menghilangkan keraguan saya, ada yang ingin saya konfirm lebih jauh...
Mas Edi, saya memang pernah baca tentang ketentuan bahwa 'bagian laba CV yg tidak terbagi atas saham bukan termasuk objek pajak'. Dan ditambah penjelasan mas Edi..
1.Apakah itu berarti gaji yang (misalnya) diberikan rutin setiap bulan kepada anggota aktif / pengurus CV pada dasarnya merupakan [u]sebagian[/u] dari pembagian laba yang diambil dari 'laba bersih CV setelah pajak penghasilan badan CV'?
2.Dan apakah itu berarti tidak ada/tidak perlu pemotongan PPh 21 atas gaji yang diterima setiap bulan oleh anggota/pengurus CV?
3.Apakah boleh anggota/pengurus CV mengambil/dibagi bagian laba dari CV tidak secara rutin setiap bulan sekali (dalam bentuk gaji), misalnya saja tiga bulan sekali atau kapanpun saat memerlukan, atau bersamaan dengan pembagian laba untuk seluruh anggota CV yang lain?
4.Jika anggota/pengurus CV yang tidak punya usaha perorangan/pekerjaan tetap lain akan terdaftar di kantor pajak, apakah sebagai WP OP pengusaha atau karyawan (CV)?
5.Dan dalam SPT Tahunan Pribadinya apakah diperbolehkan (oke-oke saja Smile ) hanya mencantumkan penghasilan dari bagian laba CV saja(yang mana bukan objek pajak) , karena misalnya pada tahun tersebut tidak ada penghasilan pribadi selain dari CV, sehingga SPT tahunan pribadi nihil, atau jika itu terjadi setiap tahun? Maksud saya Apakah tidak akan ada sanksi / pemeriksaan pajak, dll?? Confused
Atas perhatian dan bantuannya saya sangat berterima kasih.
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
edisuryadi2005



Sejak: 26 Apr 2006
Post: 27
Lokasi: Jl. KH Dewantara, Ciputat,Tangerang

PostDikirim: Min Jun 03, 2007 4:49 am    Judul: Awan Balas dengan kutipan

1). Benar jadi seandainya itu menjadi beban Gaji atas CV.maka pihak Fiskus akan mengkoreksi Positif atas biaya tersebut. Makanya di Akuntansi hal tersebut tetap menjadi Biaya untuk CV Tersebut. Untuk lebih jelasnya coba saya paparkan perbedaan tsb :
Akuntansi Pajak
Penghasilan 100.000 100.000
HPP 10.000 10.000
Laba Kotor 90.000 90.000
Biaya
Biaya Gaji Pengurus 5.000 --
Biaya Lain - Lain 25.000 25.000
Laba Bersih 60.000 65.000
Pajak Terhutang 6.500
Nah disini kalau kita kaji sebenarnya akan terlihat bahwa gaji kepada anggota aktif akan terkoreksi sendiri sesuai dengan UU Perpajakan yang berlaku.
2). Jelas tidak ada pemotongan PPh 21, Seandainya ada akan terjadi Double Tax atas Objek yang sama yaitu Gaji yang diterima anggota / Pengurus CV ). Ingat Kriteria atas CV seperti yang saya tulis terdahulu.
3). Dalam Hal pengambilan tidak akan terjadi masalah Contohnya diatas tadi tetapi untuk memudahkan kita apakah anggota / pengurus itu sebagai pemilik CV atau pekerja CV ( Karyawan ). Lebih baik dipisahkan hal tersebut untuk memudahkan kita untuk menghitungkan Pajaknya yaitu :
1. Untuk Karyawan yang Notabene bukan bagian dari pemilik CV ataupun anggota maka untuk karyawan tsb akan dikenakan penghitungan PPh 21 atas gaji yang yang diterima ( Ingat CV adalah pemberi kerja maka kewajiban perpajakan sama ).
2. Untuk Pemilik atau anggota CV maka akan dikoreksi sesuai dengan Peraturan perpajakan.
Untuk lebih jelasnya bisa kita Jurnal Sbb :
Beban Gaji Karyawan (d) xxx
Beban Gaji Pengurus/Anggota CV (d) xxx
Kas (k) XXX
Hutang PPh 21 atas Gaji karyawan XXX
3).WPOP Pengusaha
4). Kalau semata - semata dari satu penghasilan maka akan terjadi SPT Nihil, seandainya memang Nihil memang ada kemungkinan terjadi pemeriksaan ( Ingat bahwa ada 5 Kriteria untuk pemeriksaan SPT dan salah satunya adalah SPT nihil )
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Kunjungi situs pengirim Yahoo ID
Awam



Sejak: 05 Mei 2007
Post: 8

PostDikirim: Sen Jun 04, 2007 2:58 pm    Judul: Balas dengan kutipan

Mas Edi terima kasih atas penjelasannya yang panjang lebar, saya sampai bingung mau nanya apa lagi nih Very Happy. Tapi, kalau ada rekan-rekan yang lain ingin menambahkan dipersilakan. Sekali lagi terima kasih banyak mas Edi. Nanti saya tanya lagi ya.... Very Happy
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Awam



Sejak: 05 Mei 2007
Post: 8

PostDikirim: Rab Jun 20, 2007 9:24 am    Judul: kok?? Balas dengan kutipan

Halo Pak Edy & rekan-rekan semua,
Saya baru ke kantor pajak, trus tanya soal status Pesero aktif (pemilik sekaligus pengurus) suatu CV, beliau bilang kalo Pengurus CV , Direktur/Pimpinan sekalipun, harus dianggap karyawan dan dipotong PPh 21 karyawan? bingung saya Confused Rolling Eyes . Padahal menurut saya pribadi sih rasanya apa yang diungkapkan Pak Edi sudah benar dan sesuai dengan aturan-aturan pajak sendiri dan aturan tentang CV sebagai kekhususan dari persekutuan, sinkron dengan SPT Tahunan PPh WP Badan dan WP OP, tapi kok ... he he ... Laughing Wink Rolling Eyes Question Question
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
yudas



Sejak: 24 Feb 2007
Post: 40

PostDikirim: Jum Jul 13, 2007 4:12 am    Judul: Re: kok?? Balas dengan kutipan

[quote="Awam"]Halo Pak Edy & rekan-rekan semua,
Saya baru ke kantor pajak, trus tanya soal status Pesero aktif (pemilik sekaligus pengurus) suatu CV, beliau bilang kalo Pengurus CV , Direktur/Pimpinan sekalipun, harus dianggap karyawan dan dipotong PPh 21 karyawan? bingung saya :? :roll: . Padahal menurut saya pribadi sih rasanya apa yang diungkapkan Pak Edi sudah benar dan sesuai dengan aturan-aturan pajak sendiri dan aturan tentang CV sebagai kekhususan dari persekutuan, sinkron dengan SPT Tahunan PPh WP Badan dan WP OP, tapi kok ... he he ... :lol: :wink: :roll: :?: :?:[/quote]

menurut saya benar saudara Edi...................kemungkinan pegawai pajak itu yang salah.....he3...namany juga manusia mas....soalnya beberapa kali ikut pemeriksaan di lapangan untuk CV saya selalu memperhatikan bahwa yang terjadi untuk pengurus CV/direktur adalh yang seperti dijabarkan oleh mas Edi...........pasti dikoreksi positif dah
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Yahoo ID
alexander



Sejak: 19 Mei 2008
Post: 2
Lokasi: Surabaya

PostDikirim: Kam Mei 22, 2008 12:19 pm    Judul: reply Balas dengan kutipan

salam pak edi, mohon bantuannya saya masih awam buat masalh cv.
gini pak edi kira2 pak edi bisa memberi contoh kalo misalnya pendapatan kita untuk setiap bulan 200jt trus memiliki 5 karyawan.
kira2 perhitungan pajaknya gimana ya pak edi
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Linda Helina Pratamasari



Sejak: 30 Mar 2013
Post: 1
Lokasi: Rembang

PostDikirim: Sab Mar 30, 2013 2:41 am    Judul: Jika Pendiri CV itu Ayah dan Anak Balas dengan kutipan

Pak Edy, mohon pencerahan...

Sebuah CV baru saja dibentuk dan CV ini usahanya adalah industri home pembuat kuningan (seperti handle pintu, engsel dsb), tetapi sebelumnya adalah sebuah Usaha Dagang. karena ingin melebarkan sayapnya maka dibentuklah CV dan akta sudah jadi tetapi CV ini belum punya NPWP. CV ini terdiri dr 2 pendiri yaitu Komsaris (pemilik CV yg punya NPWP dalam hal ini saya sebut sbg AYAH) dan Direktur (yg punya NPWP jg dan saya sebut sbg ANAK 1). Tetapi yang mengelola semuanya itu adalah Anak ke 2 dan anak ke 2 ini blm ber NPWP. jadi seperti direktur pelaksana.
Pertanyaan saya adalah:

1. Apakah CV ini harus punya NPWP?
2. Apakah Anak ke 2 dr Komisaris ini hrs punya NPWP?
3. Apakah CV ini wajib dftr PKP jg?
4. Karena CV ini baru akan berkembang apakah tetap hrs melaporkan PPH 21 jg?
5. Untuk pelaporan SPT tahunan Pribadi Komisaris ini hrs bagaimana?krna waktu mash mnjadi Usaha Dagang otomatis omset kn dimasukkan sbg obyek pajak untuk dihitung brp kurang byr yg hrus dibayar.
Sementara ini dulu yg saya tanyakan...mohon info dan jawaban dr Pak Edy.. Terimakasih.

Smile
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Yahoo ID
Tampilan pesan sebelumnya:   
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> Aspek Perpajakan Zona waktu menurut GMT
Halaman 1 dari 1

 
Navigasi:  
Anda tidak dapat mengirim topik
Anda tidak dapat menjawab topik
Anda tidak dapat mengubah pesan Anda
Anda tidak dapat menghapus pesan Anda
Anda tidak dapat mengikuti polling


Powered by www.pajak.net © 2005-2007