Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia

 
 FAQFAQ   PencarianPencarian   AnggotaAnggota   GroupGroup   PendaftaranPendaftaran 
 ProfilProfil   Login ke Pesan Pribadi AndaLogin ke Pesan Pribadi Anda   LoginLogin 

Software Payroll Indonesia

Pinjaman direksi
Pilih halaman 1, 2  Selanjutnya
 
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> PPh 25
Topik sebelumnya :: Topik selanjutnya  
Pengirim Message
astax



Sejak: 03 Jul 2007
Post: 25
Lokasi: Jakarta Pusat

PostDikirim: Kam Jul 19, 2007 5:12 am    Judul: Pinjaman direksi Balas dengan kutipan

:D Halo rekan2 saya ada pertanyaan nih

bagaimana ya perlakuan perpajakannya pinjaman ke direksi utk menutupi hutang perusahaannya sendiri n apakah nantinya ada efeknya terhadap direksi tsb (artinya darimana uang tersebut didapat oleh direksi)

mohon bantuannya dong kasih saran tuk referensi saya

thanks
astax
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
janggola



Sejak: 12 Apr 2007
Post: 30
Lokasi: Siantar

PostDikirim: Jum Jul 20, 2007 4:38 am    Judul: Balas dengan kutipan

Kalau dari kalimatnya yang saya tangkap adalah PT. A punya hutang lalu meminjam kepada direksi untuk membayar hutang PT. A tsb? Atau sebaliknya ya? Direksi punya hutang lalu minjam ke PT. A untuk melunasi hutang direksi? Jika PT. A minjam dari direksi maka hal itu adalah sah secara pajak selama hal itu tidak merubah struktur kepemilikan saham. Dalam laporan keuangan bisa sebagai hutang jangka pendek atau jangka panjang. Lebih enaknya lagi adalah meskipun sang direksi tidak mengenakan bunga kita bisa melakukan koreksi negatif yang berasal dari biaya bunga pinjaman yang sesuai tingkat bunga rata-rata perbankan (jadi menambah biaya = mengurangi pajak).
Dengan asumsi sang direksi juga melaporkan PPh OP, maka dalam laporan OP akan terlihat daftar harta, hutang dan piutang sang direksi.
Demikian semoga cukup membantu.
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Katro



Sejak: 03 Jul 2007
Post: 79
Lokasi: Malang

PostDikirim: Jum Jul 20, 2007 5:53 am    Judul: Balas dengan kutipan

Rasanya blom pernah denger ada biaya yg nggak riil boleh diakui.
Harus potong & bayar juga PPh atas bunganya ya? trus di PPh WPOP nya ada pendapatan bunga juga?
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
janggola



Sejak: 12 Apr 2007
Post: 30
Lokasi: Siantar

PostDikirim: Jum Jul 20, 2007 7:54 am    Judul: Balas dengan kutipan

Satu-satu biaya tidak riel yang bisa dikoreksi negatif tanpa menimbulkan deffered tax liability/ temprorary difference effect adalah bunga pinjaman afiliasi/ non perbankan. Si OP tdk mencatat pendapatan bunga karena memang tidak mendapat bunga tapi si penerima pinjaman dapat menimbulkan biaya bunga karena selayaknya kena bunga. Demikian mas katro semoga menjadi pengetahuan baru bagi anda.
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
astax



Sejak: 03 Jul 2007
Post: 25
Lokasi: Jakarta Pusat

PostDikirim: Sen Jul 23, 2007 2:22 am    Judul: Pinjaman direksi Balas dengan kutipan

:D waduh terima kasih byk nih janggola n katro atas pencerahanya,

thanks for you all
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
wish



Sejak: 26 Jul 2007
Post: 20
Lokasi: Jakarta

PostDikirim: Kam Jul 26, 2007 11:30 am    Judul: Balas dengan kutipan

Kalo nanti membuat adanya beban bunga padahal tidak ada pembayaran bunga tetep ga boleh..
Pinjaman kepada pemegang saham atau direksi tu diatur sendiri, malah ga boleh kalo atas pinjaman tersebut ada biaya bunga..

Pada dasarnya fiskus akan menghitung besarnya bunga yang dibayarkan, jadi apabila ga ada pembayaran ya ga bisa.. Dikoreksi positif trus kena sanksi kl diperiksa (2% perbulan)

jadim bung astax, janggola, dan katro, jangan dibuat adanya biaya bunga fiktif ya..


Diskusi lebih lanjut bisa disini, japri, atau [email protected]
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Yahoo ID
Katro



Sejak: 03 Jul 2007
Post: 79
Lokasi: Malang

PostDikirim: Jum Jul 27, 2007 9:53 am    Judul: Balas dengan kutipan

Setahu saya sih mmg ga boleh biaya bunga yg ga riil itu diakui.
Utang kpd direksi pun baru boleh diakui jika modal disetornya sudah 100%.
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
janggola



Sejak: 12 Apr 2007
Post: 30
Lokasi: Siantar

PostDikirim: Sen Jul 30, 2007 4:39 am    Judul: Balas dengan kutipan

Sdr Wish dan Katro...
Agar tidak terlalu berpanjang lebar silahkan lihat di S-165/PJ.132.
Disitu anda akan menemukan bahwa atas hutang kpd direksi bisa diciptakan biaya bunganya (menimbulkan koreksi negatif).
Demikian sdr Wish & Katro semoga menjadi pengetahuan baru bagi anda dan jadi pegangan jika diperiksa oleh DJP
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
wish



Sejak: 26 Jul 2007
Post: 20
Lokasi: Jakarta

PostDikirim: Sen Jul 30, 2007 7:51 am    Judul: Balas dengan kutipan

maaf bang janggola, saya coba search peraturannya koq ga ada? tahun berapa ya pak? tentang apa? dan dan itu S-... (berarti surat direktur jenderal pajak khan?)

Secara yang saya tau selama ini tidak boleh dibiayakan biaya-biaya yang seperti itu.. atau ada syarat khusus? Seandainya tidak, bisa sebagai celah (atau bahkan lubang) untuk mengurangi pajak dunk..
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Yahoo ID
janggola



Sejak: 12 Apr 2007
Post: 30
Lokasi: Siantar

PostDikirim: Sel Jul 31, 2007 9:13 am    Judul: Balas dengan kutipan

Saudara Wish....
S-165/PJ.312/1992 tanggal 15 Juli 1992 : adalah SURAT kepada Ketua Tim Pengendali Pemeriksaan Tingkat Pusat. Surat tersebut sebenarnya memuat tentang 4 butir syarat-syarat pengakuan piutang TANPA bunga pemilik saham.
Dari kacamata interpretasi hukum jika syarat A adalah B maka jika bukan A berarti bukan B.
Saya pernah melihat review teman-teman pembahas dalam buku Review USKP tentang Pinjaman dari Direksi. Dan saya cenderung setuju dengan para Reviewer tsb.... (walaupun pembahasan mereka banyak juga yang salah he he he ......). Untuk itu silahkan juga lihat Review USKP B Mei 2001.
Demikian semoga semakin jelas.
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
wish



Sejak: 26 Jul 2007
Post: 20
Lokasi: Jakarta

PostDikirim: Rab Ags 01, 2007 12:02 pm    Judul: Balas dengan kutipan

Sudah saya dapatkan pak.. Ternyata ada di taxlink.. Dan setelah kami bahas, ternyata surat tersebut merupakan pertanyaan mengenai syarat pinjaman tanpa bunga kepada pemegang saham. Seandainya tidak dipenuhi maka harus terutang bunga (dan benar2 harus dibayarkan).

Sehingga tetep ga bisa tanpa pembayaran bunga tetapi dianggap ada (dari segi accounting juga salah).

Jadi, dasar hukum bunga tersebut boeh dikurangkan walau tanpa pembayaran bunga itu salah pak. Mmm. Pembahasan di USKP sering salah jadi tidak bisa dijadikan patokan..


S-165/PJ.312/1992 tanggal 15 Juli 1992 menegaskan mengenai pinjaman tanpa bunga dari pemegang saham. Kenapa penting? karena pada dasarnya business entity seorang pemegang saham dan perusahaan harus ada, sehingga normalnya pinjaman pasti ada bunga, oleh karena itu ada 4 syarat diperbolehkannya pinjaman tanpa bunga.

Apabila syaratnya tidak dipenuhi maka harus terutang bunga (dengan memotong PPh pasal 23) dan bunga tersebut harus nyata-nyata dibayarkan.

Terima kasih
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Yahoo ID
Katro



Sejak: 03 Jul 2007
Post: 79
Lokasi: Malang

PostDikirim: Kam Ags 02, 2007 2:43 am    Judul: Balas dengan kutipan

Boleh dong dikasih S-165/PJ.312/1992 itu...
Tnx
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
janggola



Sejak: 12 Apr 2007
Post: 30
Lokasi: Siantar

PostDikirim: Jum Ags 03, 2007 6:54 am    Judul: Balas dengan kutipan

Sdr Wish:
Tentu saja, saya tidak bisa menyatakan benar tidaknya suatu pendapat. Saya tidak bisa memastikan apakah pendapat tim anda, tim para reviewer USKP atau tim saya yang benar (klu saya sih biasanya maju terus ke pengadilan pajak malah sampai Mahkamah Agung :lol: ).
Untuk itu ada baiknya juga pendapat para reviewer tsb kita minta.
Bagaimana tim Reveiwer USKP, apakah anda juga ada dalam forum ini ???
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
amel_files



Sejak: 18 Jul 2007
Post: 20
Lokasi: jakarta selatan

PostDikirim: Jum Ags 03, 2007 9:29 am    Judul: Balas dengan kutipan

to sdr katro
klo mo peraturan pajak dari yg terbaru sampai yg terlama, cari aja di taxlink...luengkap bgt dehh...
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Yahoo ID
astax



Sejak: 03 Jul 2007
Post: 25
Lokasi: Jakarta Pusat

PostDikirim: Sen Ags 06, 2007 3:20 am    Judul: tax link Balas dengan kutipan

halo rekan numpang nimbrung nih :D

[quote="amel_files"]to sdr katro
klo mo peraturan pajak dari yg terbaru sampai yg terlama, cari aja di taxlink...luengkap bgt dehh...[/quote]

jeng amel tuk mengakses taxlink itu apa ya nama websitenya
thank jeng amel

astax
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Tampilan pesan sebelumnya:   
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> PPh 25 Zona waktu menurut GMT
Pilih halaman 1, 2  Selanjutnya
Halaman 1 dari 2

 
Navigasi:  
Anda tidak dapat mengirim topik
Anda tidak dapat menjawab topik
Anda tidak dapat mengubah pesan Anda
Anda tidak dapat menghapus pesan Anda
Anda tidak dapat mengikuti polling


Powered by www.pajak.net © 2005-2007