Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia

 
 FAQFAQ   PencarianPencarian   AnggotaAnggota   GroupGroup   PendaftaranPendaftaran 
 ProfilProfil   Login ke Pesan Pribadi AndaLogin ke Pesan Pribadi Anda   LoginLogin 

Software Payroll Indonesia

Pembebanan Barang Rusak

 
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> Inventory
Topik sebelumnya :: Topik selanjutnya  
Pengirim Message
Adi W



Sejak: 22 Ags 2007
Post: 9
Lokasi: Jakarta

PostDikirim: Rab Ags 22, 2007 9:57 am    Judul: Pembebanan Barang Rusak Balas dengan kutipan

Saya mau tanya , bagaimana prosedurenya mencatat barang dagangan yang telah rusak/ atau susut dan tidak bisa dijual , apakah dapat langsung dibiayakan atau bagaimana, juga perlakukan dari sisi fiskalnya
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Yahoo ID
courious_good



Sejak: 28 Ags 2007
Post: 1
Lokasi: Jogjakarta

PostDikirim: Sel Ags 28, 2007 4:56 am    Judul: Inventory default? Balas dengan kutipan

Menurut saya, sepanjang inventory tersebut memang benar-benar sudah rusak (spoilled) maka bisa dibiayakan, atau dibebankan sebagai other gain or losses.

Secara pajak, atas barang rusak tersebut yang nyata-nyata memang tidak dapat dijual lagi, maka dapat dibiayakan sepanjang terdapat bukti yang mendukung. misal : dokumen pemusanahan dari kepolisian dan dokumen dari balai kesehatan yang menyatakan produk makanan tertentu sudah kadaluwarsa dan tidak layak dikonsumsi.

Mungkin ada tanggapan lain
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Yahoo ID
Adi W



Sejak: 22 Ags 2007
Post: 9
Lokasi: Jakarta

PostDikirim: Sel Ags 28, 2007 5:51 am    Judul: Re: Inventory default? Balas dengan kutipan

Thanks !
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Yahoo ID
empu_tantular



Sejak: 04 Apr 2008
Post: 35

PostDikirim: Sen Apr 07, 2008 7:11 am    Judul: Balas dengan kutipan

Kalo secara akuntansi nih.............
inventory itu disarankan dinilai menggunakan LOCOM atau COMWIL
Lower of cost or market atau cost or market wichever is lower.........
Nilai terendah antara harga market dan costnya...........
jika rusak maka perlu dilihat apakah bisa dijual atau dengan harga berapa bisa dijual itulah market...........
cuman memang susah menentukan harga market...........
jadi lebih baik segera saja direalisasi untuk dijual atau dimusnahkan...............
kalo barang yg sudah pasti harus dimusnahkan ya harus langsung menjadi beban saat diketahui harus dimusnahkan............
tapi kalo barang tersebut hanya rusak kan masih ada kemungkinan dijual, yah paling parah dikiloin............. maka belum bisa ditentukan seberapa besar pembebanannya...............
Lebih baik tunggu sampai direalisasi.......................
kecuali........ sudah tau tidak ada nilainya lagi..............


Regards,

(Empu)
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email
mochtar



Sejak: 19 Feb 2009
Post: 7

PostDikirim: Kam Feb 19, 2009 8:29 am    Judul: Balas dengan kutipan

sebelum kita membahas masalah pembebanannya kita harus membedakan dulu antara baarang cacat atau barang rusak. Seingat saya kalau itu barang rusak barang tersebut sudah tidak dapat memberikan nilai ekonomis lagi bagi perusahaan tetapi kalau barang cacat barang itu masih bisa dijual hanya saja harganya lebih rendah. Untuk masalah pembebanan biasanya di awal perusahaan telah menetapkan kebijakan sebesar n% yang bisa dibebankan dalam hpp atau barang dalam proses.
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email
empu_tantular



Sejak: 04 Apr 2008
Post: 35

PostDikirim: Sel Feb 24, 2009 6:02 am    Judul: Balas dengan kutipan

dalam beberapa hal benar apa kata bung mohtar
Namun, barang rusak bener ga ga bisa memberikan nilai ekonomis bagi perusahaan, siapa yg berani menjamin??
tergantung dari produknya perusahaan itu sendiri
artinya bisa jadi barang tersebut tidak laku dijual tapi dikiloin/diloakin bisa??
Who knows kan??
trus gmn menilainya?? Makanya susah kalo pendapat saya tunggu direalisasi atau kalo ga ya dibebankan habis tetapi ingat persediaan bisa memiliki akun penyusutan tapi pada dasarnya dalam PSAK tidak dikenal adanya penyusutan persediaan....
Adapun jika perusahaan memiliki kebijakan n% itu adalah untuk mempermudah teknisnya saja...
Jadi yg sebenarnya disarankan dalam PSAK adalah COMWIL, harga market atau cost yang mana yg lebih rendah masih sesuai dengan prinsip konservatisme.......


Regards,



(Empu)
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email
Tampilan pesan sebelumnya:   
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> Inventory Zona waktu menurut GMT
Halaman 1 dari 1

 
Navigasi:  
Anda tidak dapat mengirim topik
Anda tidak dapat menjawab topik
Anda tidak dapat mengubah pesan Anda
Anda tidak dapat menghapus pesan Anda
Anda tidak dapat mengikuti polling


Powered by www.pajak.net © 2005-2007