Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia

 
 FAQFAQ   PencarianPencarian   AnggotaAnggota   GroupGroup   PendaftaranPendaftaran 
 ProfilProfil   Login ke Pesan Pribadi AndaLogin ke Pesan Pribadi Anda   LoginLogin 

Software Payroll Indonesia

BUTUH SARAN

 
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> PPh 25
Topik sebelumnya :: Topik selanjutnya  
Pengirim Message
WAS



Sejak: 16 Okt 2007
Post: 1

PostDikirim: Sel Okt 16, 2007 7:01 pm    Judul: BUTUH SARAN Balas dengan kutipan

Saya mempunyai kebingungan soal pajak. Tahun 2006 lalu CV.saya resmi berdiri bulan mei 2006. pada akhir tahun pajak cv saya belum melaporkan SPT tahunannya hingga saat ini, dikarenakan masih terbatasnya SDM sehingga belum ada laporan neraca yg saya buat sebagai dasar perhitungan pph pasal 25 saya. baru mulai januari 2007, saya membuatkan neraca dari omset saya setiap bulannya. pertanyaan saya :

1. apakah pada pelaporan SPT tahunan berikutnya saya ikut sertakan neraca tahun 2006 kedalam laporan atau hanya neraca selama 2007 saja ?

2. Saya juga memungut pph 21 dari karyawan saya, hanya saja sejak tahun 2006 hingga saat ini hanya 50% saja dari total pph 21 yang saya setorkan dan saya laporkan di SPT pasal 21. bagaimana dengan sisa uang yang belum saya setorkan ?

3. apa sangsi dari pph pasal 21 yang tidak sesuai antara bukti pemotongan dan SPT PASAL 21 yang saya laporkan ? sebab angka yang saya tulis didlm SPT pasal 21 tidak sesuai dengan Bukti pemotongan pasal 21 didalam daftar gaji karyawan ?

4. mengenai pasal 21 tersebut diatas, bagaimana cara mengurangi resiko dari aturan sangsi perpajakan, sebab msh ada 20jt an lagi pph pasal 21 yang belum saya setorkan ?

terimaksih atas bantuannya
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
yudas



Sejak: 24 Feb 2007
Post: 40

PostDikirim: Sab Jun 28, 2008 1:50 am    Judul: Re: BUTUH SARAN Balas dengan kutipan

[quote="WAS"]Saya mempunyai kebingungan soal pajak. Tahun 2006 lalu CV.saya resmi berdiri bulan mei 2006. pada akhir tahun pajak cv saya belum melaporkan SPT tahunannya hingga saat ini, dikarenakan masih terbatasnya SDM sehingga belum ada laporan neraca yg saya buat sebagai dasar perhitungan pph pasal 25 saya. baru mulai januari 2007, saya membuatkan neraca dari omset saya setiap bulannya. pertanyaan saya :

1. apakah pada pelaporan SPT tahunan berikutnya saya ikut sertakan neraca tahun 2006 kedalam laporan atau hanya neraca selama 2007 saja ?

2. Saya juga memungut pph 21 dari karyawan saya, hanya saja sejak tahun 2006 hingga saat ini hanya 50% saja dari total pph 21 yang saya setorkan dan saya laporkan di SPT pasal 21. bagaimana dengan sisa uang yang belum saya setorkan ?

3. apa sangsi dari pph pasal 21 yang tidak sesuai antara bukti pemotongan dan SPT PASAL 21 yang saya laporkan ? sebab angka yang saya tulis didlm SPT pasal 21 tidak sesuai dengan Bukti pemotongan pasal 21 didalam daftar gaji karyawan ?

4. mengenai pasal 21 tersebut diatas, bagaimana cara mengurangi resiko dari aturan sangsi perpajakan, sebab msh ada 20jt an lagi pph pasal 21 yang belum saya setorkan ?

terimaksih atas bantuannya[/quote]



Permasalahan yang hadapi cukup kompleks untuk dijabarkan jawabannya dalam forum ini. Ada baiknya anda langsung berkonsultasi dengan AR (account representative) di KPP bersangkutan. Saya yakin masalah anda bisa terselesaikan dengan tuntas^^
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Yahoo ID
Ganjar B



Sejak: 11 Jun 2008
Post: 44

PostDikirim: Sen Jul 07, 2008 4:27 am    Judul: Balas dengan kutipan

1. Jika Bp was ingin melaporkan SPT tahun 2007 berarti neracanya tahun 2007, utk tahun 2006 tidak perlu disertakan, kecuali ingin melaporkan SPT tahun 2006 (sendiri-sendiri)
2. sisa uang yg belum disetorkan dapat dibayarkan kekurangannya pada pelaporan SPT Tahunan, untuk pemunggutan PPh 21 (50% tdk sesuai UU PPh). perhitunganya harusnya sesuai dgn UU PPh th 2000 pasal 21 dan tarif pemotongan sesuai dalam pasal 17 UU PPh.
3. sanksinya berupa Denda = 2(dua) kali jmlh pajak yg kurang dibayar (200%), Bunga = 2(dua persen) sebulan atas jml pajak yg kurang dibayar dan kenaikan = sebesar 50%
4. cara mengurangi resiko saya setuju dgn mas yudas, bpk konsultasi dgn AR di KPP perusahaan Bpk terdaftar.
sebagai acuan, semoga membantu
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Tampilan pesan sebelumnya:   
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> PPh 25 Zona waktu menurut GMT
Halaman 1 dari 1

 
Navigasi:  
Anda tidak dapat mengirim topik
Anda tidak dapat menjawab topik
Anda tidak dapat mengubah pesan Anda
Anda tidak dapat menghapus pesan Anda
Anda tidak dapat mengikuti polling


Powered by www.pajak.net © 2005-2007